Mudik

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar ………….

Alunan merdu suara adzan seorang muadzin membuat Arman tersadar dari tidurnya yang melenakan. Meski begitu, ia belum juga mampu bergerak dari tidur panjangnya. Ia masih bermimpi. Sayup-sayup masih ia dengar suara orang-orang terdekatnya, Linda, istri yang telah menemaninya selama lebih dari 20 tahun, sejak ia dan Linda menikah selepas SMA di Jakarta. Linda duduk di atas tikar penuh kenangan, diam membisu hanya sesekali melirik kekiri dan kekanan, setelah itu kembali tertunduk.

Arlin, anak tunggalnya yang beranjak remaja bersandar dipundak ibunya. Dia memang sangat dekat dengan sang ibu. Linda seolah menjadi sahabatnya, bukan ibu. curhat-curhatan, main basket di halaman rumah atau terkadang masak bersama jika ada luang waktu. Sebesar itu, Arlin masih sering minta ditemani tidur oleh Linda.

Arman, juga mendengar alunan ayat-ayat alqur’an dilantunkan oleh seorang lelaki muda. Samar ia mengenali wajahnya, entah dimana ia pernah bertemu. Tetapi mengapa lelaki muda itu ada dirumahnya?

Entah apa yang ad dibenaknya, Arman sendiri masih gamang, dirumahnya yang tidak terlalu besar, juga tidak terlalu sederhana, namun asri, kini banyak orang yang berkumpul. Sepertinya hari ini ada kendurian. Tetap saja ia tak mengerti, bingung. Ia berusaha untuk bangun dari tidurnya, namun tubuhnya sulit untuk digerakkan. Ia coba berusaha memanggil Linda yang sedang duduk termenung sedih, sembab matanya akibat menangis. namun tak satupun kata mampu ia ucapkan. Ya, Allah…ada apa ini? arman jadi bertanya-tanya sendiri. Mengapa aku tidak mampu bergerak dan bersuara, sementara orang-orang disekelilingnya tidak memperdulikan dirinya, sibuk sendiri-sendiri.

Matahari, sudah hampir sepenggalan, Arman melirik jam dinding angka sudah menunjukkan pukul 11.00. Entah apa yang terjadi, Arman merasakan dirinya seperti terjerembab dalam gua yang begitu dalam dan gelap, tak sedikitpun cahaya. Ia mencoba kembali memanggil Linda, tapi yang terdengar pantulan suaranya sendiri. Ia tidak lagi mendengar meski samar, suara orang-orang yang tadi membaca qur’an, mengobrol sambil merokok, atau suara merdu Linda mendendangkan kesedingan tak terperi.

Tiba-tiba terdengar salam dari seseorang…

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ya Arman …..! dengan suara amat berwibawa. Seperti suara ustadz Hafidz, guru mengaji Linda dan Arlin.

Arman, tidak menjawab karena ia masih terkejut. Dikegelapan seperti ini ternyata masih ada orang lain. Mungkinkah ia juga terkurung, seperti aku…? Kembali Arman bertanya sendiri.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, ya Arman…! kembali suara itu menyapa, kali ini lebih keras dai sebelumnya.

Arman gelagapan, dan menjawab terbata, ketakutan….

Walaikum sa…sa..salam….!!! Siapakah anda…? Boleh aku melihat wajahmu….., pinta Arman penasaran.

Saat lelaki itu menampakkan wajahnya, pucat pasi wajah Arman, gemetar tubuhnya, keringat sebesar biji jagung keluar deras dari pori-pori kulitnya. Seketika itu juga Arman berteriak histeris…………

Mas Arman ……!!! Linda mengguncang-guncangkan tubuh suaminya. Arman membelalakkan matanya, namun istrinya terus saja mengguncang-guncangkan tubuhnya, memeluk erat sambil menangis histeris. Begitu juga Arlin, memanggil-manggil namanya, menangis sendu.

Disampingnya berdiri seseorang dengan wajah aneh, belum sekalipun ia melihatnya. Menakutkan.

Lelaki itu, berkata tegas : “Selamat datang dikampung halaman, Arman!”

Tentang kasmadi74

Pengelana yang terus berjalan, kadang berhenti di tepi jalan, menenggelamkan diri di samudra dan terbang bersama elang mengangkasa mensyukuri kenikmatan yang disajikan Alloh.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s