Manusia Pembelajar

Sore itu saya bertemu dengan seorang guru, kini sudah pensiun, kebetulan kami aktif disebuah komunitas dunia maya, Guru Era Baru (GURARU). Sebagai pendatang baru dikomunitas tersebut sangatlah ingin menimba ilmu dari berbagai sahabat yang tentunya mempunyai profesi yang sama, guru. Pertemuan singkat namun mengesankan. Silaturrahim yang mencerahkan sebagai orang yang baru menjejakkan hasrat menjadi seorang guru.

Berpuluh tahun mengabdikan diri menjadi seorang pendidik membuatnya terlihat relatif lebih muda dibandingkangkan usia yang telah lewat masa pensiun. Subhanalloh ya, orang bilang kalau seseorang yang berprofesi sebagai guru katanya awet muda. Dan, wanita gigih dan penuh semangat dihadapan saya ini, adalah butki pameo tersebut.

Guru menjadi sesuatu yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Bahwa guru sebuah profesi yang sangat mulia semua khalayak sudah sangat maklum. Tetapi guru adalah manusia pembelajar sejati, bisa jadi tidak semua orang mengerti. Kita, khususnya saya, dapat belajar dari Ibunda yang saya temui ini, Bu Etna, panggilannya, mengajar kimia di sebuah sekolah di Surabaya. Hanya itu informasi yang saya dapatkan soal pribadi beliau. tetapi tidaklah terlalu penting informasi tersebut dibandingkan penglaman beliau.

Pengalamannya menjadi guru mengajarkannya banyak hal terutama dalam menjalankan prinsip bahwa seorang guru harus selalu meningkatkan kapasitasnya. Ibarat sebuah flashdisk yang semula hanya 2 megabite harus meningkat menjadi 8 gigabite atau bahkan lebih. Konsisten dalam berjuang, melayani anak bangsa dan tidak melupakan asalnya, yakni Tuhan.

Sebagai seorang guru, lanjutnya sudah seharusnya meningkatkan kebermanfaatan dirinya kepada orang lain dengan selalu belajar. Sebab dengan belajar manusia selalu dapat mengupdate dirinya menjadi sumber daya yang selalu terbarukan. Tidak ketinggalan zaman dan ilmu. Maka, benarlah firman Allah SWT yang pertama diturunkan kepada Rasululloh agar mansia selalu belajar sampai akhir hayatnya. Bacalah, pesannya sesaat sebelum kami berpisah.

Tentang kasmadi74

Pengelana yang terus berjalan, kadang berhenti di tepi jalan, menenggelamkan diri di samudra dan terbang bersama elang mengangkasa mensyukuri kenikmatan yang disajikan Alloh.
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Celoteh dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s